About

Penulis THINK DINAR! Ini bukan ekonom, bukan ahli, bukan praktisi keuangan, apalagi ustadz, tapiĀ  dengan konsep dan cara pandang Dinar ia bisa membantu Anda mengelola keuangan untuk menjadi Muslin sejahtera.

Pria yang dilahirkan di sebuah desa yang berlokasi 18 KM arah tenggara kota Jember, Jawa Timur ini sudah membuktikan bagaimana konsep Dinar dalam mengelola ekonomi keluarga bisa meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya, juga klien, rekan, dan siapapun yang beriteraksi dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam workshop Think Dinar yang dibimbingnya.

Semua tercapai, sekali lagi karena konsep Dinar begitu mudah dipahami dan mudah diaplikasikan oleh siapapun. Investasi Dinar tidak hanya untuk orang kaya, atau orang dengan kemapuan dan pengetahuan khusus, atau oleh orang pandai belajar dan mengambil sertifikasi investasi tertentu. Konsep ini bahkan dapat dilakukan dengan mudah oleh berbagai jelang usia, tingkat ekonomi, pengetahuan dan tak terbatas lokasi.

Sebelum berkecimpung dan menggeluti investasi Dinar, pria yang menuntaskan sekolah di kampung halamannya hingga SLTA kemudian melanjutkan studi di sebuah perguruan tinggi di Malang ini punya harapan yang sama dengan kebanyakan orang, mempunyai pekerjaan yang layak dan berkah.

Sejak 2001, ia bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi setelah pernah menjabat sebagai HR Manager saat ini ia menjabat sebagai Promotion & Community Manager diperusahaan tersebut. Sambil bekerja, pada tahun 2006 ia ingin memberi ruang lebih luas untuk hasrat wirausahanya dengan mendirikan dan mengelola sebuah perusahaan konsultan telematik.

Dengan tanpa meninggalkan pekerjaannya, ia mulai menggeluti Dinar dan Dirham, mengkampanyekan dan memasarkannya. Aktivitas yang kemudian membawanya secara rutin menulis dan mengkompilasinya menjadi buku pertamanya. Buku yang ia harapkan menjadi sebuah persembahan kesejahteraan, diawali dari meluruskan cara pandang pengelolaan keuangan keluarga berbasis Dinar.

Pria yang saat ini tinggal di Jakarta bersama 1 istri dan 2 orang putri ini, di tengah kesibukannya, masih menyempatkan diri untuk menjadi pengurus organisasi dakwah di kantornya, mengelola beberapa situs dan komunitas/group di dunia maya, menjadi konsultan dan freelance trainer pengembangan diri serta memenuhi undangan sebagai pembicaa di seminar-seminar dengan topik people development, educational technology, human resource, dan investasi emas.