Feb 7, 2013

Posted by Endy in emas, Investasi, Perak | 11 Comments

menyimpan logam mulia dengan aman

Simpan logam mulia gampang-gampang susah. Gampang karena sesungguhnya kita selama ini telah menyimpan benda lain yang sama berharganya dengan emas seperti sertifikat kepemilikan tanah atau BPKB untuk kendaraan yang kita miliki. Tentu sudah ada pola simpan di tempat yang kita rahasiakan.  Bisa dibilang susah karena kita mengira harus ada standar penyimpanan tertentu, atau karena kekhawatiran berlebihan akan keamananannya.

Fokus tips penyimpanan ini adalah emas dan perak baik dalam bentuk koin maupun batangan karena menjadi objek investasi retail/ individual. Kita tidak membahas cara menyimpan platinum dan palladium yang juga masuk kategori logam mulia tapi tak dimiliki secara pribadi. Emas atau perak dalam bentuk perhiasan lebih mudah menyimpannya karena biasa terkumpul jadi satu di dalam kantong berisi sertifikat dan kuitansi ditambah fisik emasnya.

Emas yang kita simpan perlu diamankan dari dua hal yaitu :

(1) Keamanan terhadap resiko kejahatan

Kesalahan umum masyarakat adalah menyimpan emas di lemari, khususnya di lemari bagian pakaian atau dalam tumpukan pakaian. Yang hampir selalu terjadi, kriminal akan mengakses tempat ini untuk mencari barang berharga. Termasuk juga di laci-laci dalam lemari. Hindari tempat ini, pilih beberapa alternatif penyimpanan sebagai berikut :

  1. Safe Deposit Box (SDB), relatif aman namun berbayar. Jika emas harus sering dimobilisasi (mungkin dijual-beli) dan dalam jumlah sedikit (tak sampai 25gram), maka menyimpan di SDB mungkin jadi tak efisien. Biaya tahun pertama untuk SDB ukuran terkecil sekitar Rp700.000 dan hanya tersedia di bank besar di cabang utama. Tahun berikutnya hanya perlu bayar sekitar Rp200.000. Jika ingin irit, satu SDB bisa disewa beramai-ramai dengan patungan biaya bersama rekan atau saudara yang amanah.
  2. Arisan emas
    Bukan cara menyimpan fisik yang sesungguhnya, akan tetapi putaran emas yang belum dimenangkan sesungguhnya tertitipkan di pihak lain, dan baru kita pegang setelah periode tertentu. (detil tentang arisan emas, baca di “Arisan Emas, Tak Lazim tapi Tak Dzalim”
  3. Gadai
    Bukan cara menyimpan emas fisik yang sesungguhnya, melainkan pembiyaan dengan agunan emas Emas kita tertitipkan dengan aman di bank syariah, pegadaian atau lembaga keuangan, akan tetapi nasabah memiliki kewajiban membayar biaya pemeliharaan yang jumlah tergantung berat dan periode. Selain itu, untuk ‘mengeluarkannya’, nasabah perlu menebus emas yang tertitipkan sesuai nilai kesepakatan di awal.
  4. Metode Nabung Emas
    Metode TEF (Tabungan Emas Fisik) di www.nabungemas.salmadinar.com adalah gabungan antara pembelian tunai dengan metode tertitipkan seperti gadai. Jumlah yang dibayarkan nasabah adalah seharga emas yang dibeli ditambahkan dengan biaya penitipan yang flat selama periode tertentu. Biaya titip ini tak berubah meski jumlah emas yang dititipkan bertambah. Hemat dan aman bagi nasabah

(2) Keamanan terhadap resiko kerusakan

Satu hal lagi yang perlu dilakukan ketika menyimpan emas adalah memastikan fisik emas tak berubah karena rusak. Baik menyangkut fisik, sertifikat maupun kemasan. Cara perlakuannya mirip dengan logam mulia yang lain yaitu perak. Akan tetapi emas lebih mudah dirawat daripada perak karena emas tak bereaksi dengan udara, cairan dan benda lain. Sementara perak perlu upaya lebih. Reaksi udara dan  cairan bisa membuat perak berwarna kuning kecoklatan.

Sertifikat emas perlu dijaga. Kelembaban yang sangat bisa merusak sertifikat karena lengket pada kemasan/ plastik. Langkahnya :

- Melepas sertifikat keluar dari plastik kemasan untuk menghindarkannya dari kelembaban saat disimpan
- Menyimpan dalam keadaan utuh bersamaan fisik, sertifikat dan kemasan di dalam tempat khusus, misalkan brankas, yang kering dan aman. Untuk mengindari lembab, gunakan silica gel yang berfungsi menyerap udara

Follow @endykurniawan di Twitter untuk belajar lebih banyak tentang investasi, khususnya Logam Mulia.
Follow @nabung_emas & @salma_dinar di Twitter untuk mulai berinvestasi di emas dan perak.

 

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word