Jan 1, 2012

Posted by Endy in Featured, Financial Planning, Investasi | 16 Comments

emas 2011 & prediksi 2012

Perilaku emas selama 2011 seperti roller coaster. Terutama di paruh kedua, penguatan yang diawali quartal kedua hingga mencapai puncaknya di 6 September menurun deras kembali ke jalur ‘normal’nya. Mengapa jalur normal, karena setelah sempat menyentuh angka kenaikan 43% pada puncak di bulan September, ia melandai dan menunjukkan performa 22,84% pada hari transaksi terakhir 2011 di pasar lokal (Kitco menyebut performa berbeda yaitu 26% dan Gold Bullion 24,71%). Dengan acuan kenaikan harga lokal (22,84%) tersebut, maka dibandingkan 2010 kenaikan emas sedikit menurun dari 24,1%. Dalam 10 tahun terakhir, emas tetap stabil dan telah naik 368,87%.

Analis besar dari Goldman Sachs, Bloomberg, Kitco dan Morgan Stanley di medio 2011 mengatakan bahwa emas akan segera mencapai $2.000/toz di akhir 2011 dan sewaktu angka $1.900 tercapai di awal September, setiap investor menahan nafas bersiap merayakan angka psikologis baru tersebut, sebagaimana penyimpan Dinar merayakan Rp 2 juta per keping yang tembus di awal 2011. Kita catat mereka gagal memprediksi. Perhatikan bahwa tidak satupun dari kita (dan mereka) yang bisa meramalkan harga emas dalam hitungan bulanan apalagi menggunakan trend sesaat pada periode berjalan. Prediksi tersebut lebih berbau euforia, diluar kepentingan bisnis yang kadang perlu sentimen tertentu untuk menekan harga saham supaya investor besar bisa masuk di harga murah per lembarnya (ingat bahwa seringkali harga emas, yang sifatnya oposit dari nilai surat berharga, bergerak berkebelikan dari indeks saham).

Sebagai data faktual, mari kita kupas performa emas menggunakan angka. Harga emas 2011 dibuka di $1.420/toz (1 toz atau Troy Ounce adalah 31,105 gram) dan ditutup di angka $1.566/toz pada 30 Desember. Harga emas terendah pada 2011 adalah $1.315/toz terjadi pada 26 Januari 2011 dan puncaknya pada 6 September 2011 mencapai $1.921/toz. Secara rata-rata harga emas 2011 adalah $1.550/toz, naik $325 dibanding rata-rata tahun 2010 yaitu $1.225/toz..

Bagaimana 2012? Disebabkan ketidakpastian situasi Eropa, Amerika (juga Cina), fungsi asal dari emas yaitu Safe Haven akan mendorong investor besar untuk mencadangkan dananya dalam bentuk emas. Krisis Eropa yang belum mencapai dasarnya,pertumbuhan Cina yang melambat, dan rencana pemulihan Amerika melalui stimulus (Quantitative Easing) jilid berikutnya akan justru membuat investor institusional berjaga-jaga di komoditas kemlau itu. Kondisi ini agak ‘rawan’ karena 70% dana investor emas global adalah berasal dari mereka. Mereka juga mudah ‘swing’ karena satu-satunya pendorong aksi mereka adalah profit. Seandainya situasi ekonomi membaik dimotori Asia termasuk Indonesia, mereka akan meninggalkan emas (melepas besar-besaran) lalu hijrah ke sektor keuangan. Emas akan lebih bergejolak tahun depan.

Pada 2012 emas diprediksi naik 17%, dalam kondisi normal dimana stimulus (QE) di Amerika tak dijalankan. Jika rencana ini dieksekusi, USD akan (dibuat) jatuh, maka musuhnya yaitu emas akan mengalami kenaikan signifikan.

Dalam kondisi ini, saya ingin menyarankan kepada para investor di tahun 2012 untuk :
- Memegang koridor “1 tahun” sebagai jangka waktu minimal dalam investasi emas pasif, tidak bisa lebih pendek daripada itu
- Masuk dari awal sekali ketika harga emas sangat bersahabat (awal 2012) dan menjadikannya sebagai dana cadangan
- Cara investasi yang berbau spekulasi seperti beli-gadai bertingkat akan sangat berbahaya dilakukan karena gejolak harga emas
- Investment grade yang diterima Indonesia adalah peluang melakukan bisnis apapun, terutama yang memerlukan periode jangka waktu penanaman modal jangka panjang, seperti permodalan untuk properti dan lainnya. Investasi riil seperti ini bisa jadi alternatif selain menyimpan emas pasif sebagai fungsi proteksi.

Selamat menyambut mentari baru 2012 dan berinvestasi

  1. Setuju sekali pak endy.. th 2011 banyak org yg salah tujuan dalam berinvestasi emas. mereka hanya mengejar keuntungan sesaat (spekulasi) ketimbang untuk jangka panjang. Dan kebanyakan yg “gagal panen” karena tidak paham betul dengan resiko terburuk yg bisa saja terjadi. tahunya hanya bagian yg enak2 saja.Sudah waktunya untuk berinvest emas secara BIJAK kalau tidak mau mengalami hal serupa di th kmrn

  2. Pak endy bgm dengan risiko mencicil emas dengan jangka waktu 3 tahun……….?

    • resiko rugi kecil sekali krn tujuannya kepemilikan.
      bahwa kita membayar dg tidak murah per bulannya utk tujuan kepemilikan itu juga benar.
      yg paling penting, di periode tersebut emas kita naik (katakan paling rendah) 20% per thn, selama periode kita juga tak ada resiko penyimpanan, kemudian di akhir periode emas fisiknya kita pegang.

  3. Pak Endi,
    Saya mau nanya yg agak basic. Di artikel ini Pak Endy bilang:

    “Perhatikan bahwa tidak satupun dari kita (dan mereka) yang bisa meramalkan harga emas dalam hitungan bulanan apalagi menggunakan trend sesaat pada periode berjalan”.

    Di bagian penutup, bapak nambahin lg:
    “Memegang koridor “1 tahun” sebagai jangka waktu minimal dalam investasi emas pasif, tidak bisa lebih pendek daripada itu”

    Pertanyaan saya, kenapa kita tdk bs prediksi emas di thn berjalan (minimal nunggu 1 thn kl menurut bapak)? Apakah ini krn memang sifat “asli” dari emas yg tdk bs diganggu gugat? Atau ada penjelasan lain?

    Mohon pencerahannya pak. Thanks.

    • Banyak metode dan alat analisis yg digunakan utk memperkirakan harga emas. Misal deret Fibonacci. Temen2 yg kuasai tools teknikal mungkin jago utak-atik angka prediksi. Selain karena berkaca pada trend puluhan tahun ke belakang, koridor ’1 thn’ juga utk edukasi bahwa orientasi investasi emas sebaiknya tdk utk jangka pendek. Wallahua’lam

    • terkait teknik peramalannya. saya tak ingin mengajak masyarakat utk mengira2, menduga2 naiknya akan berapa dan berapa.
      bagi investor basic, koridor 1 thn mencukupi. tujuannya utk proteksi asset atau sbg tabungan maupun pengganti deposito

  4. pak endy pin bb nya berapa pa ??? email ke saya ya pak ichwan.emil@yahoo.co.id trims…

    • Setuju dg Apa yg dikatakan Pak Nizam & Abu Khalifa. Emas mnmaeg bukan investasi terbaik, apalagi kalau sampai melibatkan bank dalam mengumpulkan emas. Investasi terbaik tetap di sektor riil (yg halal), misalnya perdagangan, perkebunan, atau peternakan. Insya Allah lebih barakah.Tapi bagi kita yang punya kelebihan dana untuk ditabung dan kita niatkan tabungan tsb untuk suatu kebutuhan di masa mendatang (misalnya untuk ongkos naik haji, biaya pendidikan, beli rumah, dsb), maka menabung dalam bentuk emas adalah pilihan yang cerdas, dibanding kita menabung dalam bentuk deposito atau tabungan uang di bank. Karena emas terbukti tahan terhadap inflasi, bahkan sering nilai emas lebih tinggi drpd nilai inflasi.Menurut hemat saya, kalau kita mau menabung emas, kita sesuaikan saja dgn kemampuan kita. Misalnya, kalau dalam 1 bulan kita sanggup menabung 500rb, maka uang 500rb itu kita belikan emas & terus kita kumpulkan. Itu akan lebih aman daripada mengumpulkan emas tapi duitnya utang dari bank (atau istilahnya berkebun emas menurut Rully Kustandar).Wallahu alam

Trackbacks/Pingbacks

  1. Emas 2011 & Prediksi 2012 | SentragoldBali - [...] sumber : Blog Endy J Kurniawan [...]
  2. Emas 2011 & Prediksi 2012 | Official Website Rafie Dinar - [...] sumber : Blog Endy J Kurniawan [...]

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word