Jun 16, 2011

Posted by Endy in Financial Planning, Investasi | 48 Comments

New Product Review : Kepemilikan Logam Mulia (KLM) BRISyariah

Apa yang paling tidak bikin ‘nyesek’ ketika kita melakukan pembayaran dengan cicilan?

Pertama, benda yang kita cicil bernilai manfaat, nilai gunanya tinggi, syukur jika mengasilkan benefit berupa return atau sering disebut barang produktif.

Kedua, benda yang kita cicil nilainya terus naik sehingga margin yang dikenakan terhadap harga cicilan tak dirasa sebagai beban.

Contoh yang pertama adalah semua barang yang motif pembelian cicilannya didasarkan needs (kebutuhan/ keperluan). Needs bisa sangat subjektif. Motor bagi remaja belia yang sebetulnya ke sekolah bisa mengendarai angkot sebetulnya wants (keinginan), sementara bagi seorang bapak yang ingin menambah income keluarga dengan ‘ngojek’ adalah needs. Device canggih untuk presentasi bagi seorang pembicara publik adalah needs, sedangkan device yang sama untuk pegawai back-office adalah wants.

Contoh untuk yang kedua adalah cicilan untuk kepemilikan objek investasi seperti rumah, tanah, ruko dan EMAS. Value objek cicilan naik minimal 10% per tahun sehingga margin cicilan 5-7% tak terasa menyiksa. Kecilnya margin dibanding valuenya  membuat kita merasa ‘untung’.

Kemarin, saya diundang untuk peluncuran produk cicilan emas BRI Syariah. Brand-nya adalah Kepemilikan Logam Mulia (KLM) BRISyariah iB. Di bagian selanjutnya tulisan ini saya akan menyingkatnya menjadi KLM.

Di awal acara, di depan sekitar 47 media nasional yang meliput proses peluncuran dan konferensi pers, saya bercerita sedikit tentang investasi emas, sejarah, fakta global, potensi dan emas untuk rencana keuangan apa saja. Cerita investasi emas hampir selalu membuat kaget, terutama kenaikan valuenya, karena faktanya terjadi tapi tak pernah kita amati. Maka dialog hangat dengan rekan-rekan media terjadi bahkan hingga akhir sesi peluncuran.

Pak Khairullah selaku Chief of Retail Banking menjelaskan banyak tentang produk KLM, juga oleh Manager Product Development bu Yana, dilanjutkan keynote dari President Director BRIS pak Ventje Rahardjo. Menarik mengikuti paparan pak Ventje yang banyak menjelaskan fungsi dasar emas yaitu untuk pelindung aset, dimana bagi penyimpannya emas kemudian bisa berfungsi sebagai, menurut beliau : ‘penjaga mimpi’. Bahkan ada hal besar yang menjadi tugas semua pihak negeri ini untuk mendorong Indonesia sebagai market maker. Wajar karena Indonesia dengan seperempat milyar jumlah penduduknya, juga kandungan emas di perut buminya, seharusnya menjadi ‘big brother’ dalam perdagangan emas dunia, minimal menjadi demand driver. Emas sebagai objek cicilan juga ‘menenangkan’ kedua pihak, bank dan nasabah. Bagi nasabah, emas berfungsi sebagai lindung nilai. Dengan kata lain, logam mulia emas memiliki manfaat sebagai lindung nilai terhadap aset seiring kontinuitas kenaikan harga emas dari tahun ke tahun. Sementara bagi bank, emas adalah aset fisik penjamin kredit yang juga tak pernah merugikan karena nilainya yang terus naik tadi.

Sebagai pengamat yang sering mendengar langsung kebutuhan masyarakat yang menuntut saya menilai produk ini akan memasyarakat dengan cepat, karena dua hal : EKONOMIS dan FLEKSIBEL. Secara lebih rinci kelebihan KLM BRIS dalam pandangan saya adalah sebagaiberikut :

  1. Bisa dicicil dalam periode 6 bulan sd 15 tahun
  2. Objek kepemilikan adalah emas batangan dengan berat 10 gram sd 12,5kg (atau senilai +/- Rp 5 Milyar). Dengan fleksibilitas pada poin (A) dan (B), nasabah pemula/ remaja bisa berlatih berhemat Rp5.000 per hari untuk mencicil emas dengan berat 10gr selama 3 tahun. Emas 10gr yang dicicil tersebut pada tahun ketiga telah naik nilainya kira-kira 40% dibanding bulan pertama saat terjadi akad.
  3. Persyaratan mudah, tinggal buka rekening tabungan BRIS lalu akad
  4. Emas batangan sebagai objek cicilan adalah produk resmi Antam atau emas lokal sesuai suplai di lokasi tertentu
  5. Fasilitas auto debet
  6. Satu nasabah bisa membuka beberapa kepemilikan sesuai tujuan ‘tabungan’ nya, misal untuk peruntukan biaya pendidikan anak 1, umroh orang tua, pernikahan anak 2, dan seterusnya.
  7. Cicilan tetap dengan margin sangat kompetitif, sekitar 1,25%
  8. DP kompetitif, yaitu 15% daritotal pembiayaan
  9. Dapat ditebus ketika nasabah memiliki kelebihan rizki
  10. Dapat dilepas ketika nasabah memerlukan dana tunai (emas terjaga liquid)
  11. Bonus diskon dan cash back untuk nasabah dengan performa baik
  12. Emas aman terjaga dalam simpanan bank

Beberapa hari lalu saya membuat kuliah Twitter dan menyebut bahwa produk cicil emas yang ‘ciamik’ harus memenuhi 3 syarat dibawah dan rasanya produk KLM BRIS memenuhi kriteria-kriterianya :

  1. Rate (harga emas) yang digunakan adalah harga wajar di pasar atau market rate, bukan premium price
  2. Margin yang dibebankan tak lebih dari 2% per bulan, yaitu angka kenaikan emas bulanan
  3. Memberi banyak kemudahan, seperti fleksibilitas periode cicilan, fleksibilitas gram dan pecahan emas sebagai objek cicilan, emas yang dijaminkan dalam posisi siap ditebus atau dilepas kapanpun sesuai kebutuhan nasabah.

Dibalik segala kelebihannya saya ingin tetap objektif memberi masukan, dan PR bagi BRIS setelah peluncuran produk inovatif berbasis skema pinjaman Qardh dan Ijarah ini di mata saya adalah :

  1. Secepatnya membuat layanan tersedia di 26 kantor cabangnya, karena demand is out there. Awareness sudah terbangun, perlu segera dijawab dan dipenuhi dengan layanan terbaik
  2. Edukasi lebih lanjut, agresif dan secara lebih merata akan membuat kembalinya kesadaran masyarakat untuk ‘kembali ke emas’. Edukasi yang tajam menjawab kebutuhan perencanaan jangka panjang seperti cicilan emas untuk tujuan haji, umroh, pendidikan, dan dana pensiun. Servis turunan dari KLM bisa segera menyusul lahir seperti ‘KLM Pendidikan’ atau ‘KLM Umroh’ atau ‘KLM Haji’ juga ‘KLM Dana Pensiun’ bahkan ‘KLM Rencana Pernikahan’
  3. Campaign ‘emas sebagai lifestyle’, dalam bentuk komunikasi investasi emas yang lebih aplikatif dan mudah, serta masuk ke segmen youth yang saat ini populasinya di pasar dominan dan membesar cepat.
  1. setia13 says:

    kalaulah sebagian masyarakat “belum sanggup” meraih emas,
    sesungguhnya mereka bisa menukar uang kertas-nya ke benda perak/ dirham..

  2. tanya mas Endi, margin 2 % ini dasar pengenaannya apa ya?
    apakah nilai rupiah emas yang dititipkan perbulannya?
    apakah dari sisa cicilan Qard yang belum dilunasi?
    atau apakah dari nilai rupiah dari emasnya pada saat awal akad?

    hal ini menjadi penting mengingat akan menentukan nilai rupiah dari margin 2% yang dibayarkan sebagai biaya sewa Ijarah atas penitipan emas yang sedang dicicil.

  3. Assalamu’alaikum Wr Wb,
    Pa Dosen … Info diatas sangat bermanfaat sekali (Review Produk KLM BRIS), diatas sempat disinggung margin 2%, dan DP 15%, ada beberapa pertanyaan, dan menegaskan saja :\

    1. Selain komponen biaya cicil(margin brp), ada biaya asuransi dan biaya penitipan/pemeliharaan tdk? klo ada brp besarnya ?

    2. Ada DPnya tdk, klo ada berapa besar? dan brp jangka waktu? klo bisa ada ilustrasinya misal: beli emas 100gr, waktu 3thn

    Terima Kasih
    Zaelani

    • Komponen utamanya adl biaya titip dan insurance. Besarnya 1,25% dibebankan bulanan.
      Utk simulasi cicilan bisa datengan kantor BRIS terdekat atau ke akun facebook mereka disana ada attachmenynya.

  4. Devi Ari says:

    marginnya masih lebih kecil pegadaian syariah yg hanya 1% saja

    • Saya sudah dapat tabel ilutrasi angsuran dari BRI Syariah cabang Mataram, NTB. Kalo dihitung2 margin-nya tidak sampai 2% per bulan kok, malah ada yang hanya 0.5%/bulan untuk angsuran yang panjang, jadi sangat lebih menguntungkan dibandingkan dengan pegadaian.

      • sebenernya tertarik dengan KLM tp stlh ada kejadian bu yanti ibrahim jadi ngeri jg.pertanyaan kepada pak andi,kejadian itu termasuk kesalahan atau wewenang kepala pimpinan BRI cabang Pak?! kalau saya ikut KLM ada jaminan pa gak ya Pak???

  5. Pak…saya merasa KLM berbelit. Sejak saya mau apply (24 Juni 2011) sampai dengan detik ini (30 Juni 2011), saya belum bisa membuat akad. Yang alasannya: komite di bank BRIS setempat sedang keluar kota semua, sehingga tdk bisa approve transaction (padahal kan gak mungkin…kalo semua anggota komite tdk ada yg standby); kemudian alasan di hari lain adalah harga emas lagi naik, jadi oleh appraisal BRIS ditunda dulu; PIC yang gak mau angkat telpon kalo ditanya kepastiannya….wah sebel deh.
    Kalo sejak mau akad aja susah….jangan-jangan pada saat jatuh tempo lebih berbelit lagi…puffh,apa untungnya????

    • saya akan sampaikan ini sbg keluhan ke temen2 di BRIS

      • Yanti Ibrahim says:

        Buat Semua Pembaca yang berniat melakukan KLM di BRI Syariah seharusnya dipikir pikirkan lagi karena saya sendiri adalah seorang nasabah KLM dengan jumlah yang cukup banyak yang juga membeli emas dengan sistem kredit di BRI Syariah.Sewaktu penanda tanganan surat perjanjian tersebut, saya tidak diberi kesempatan untuk membaca semua isi perjanjian sebelum penanda tanganan surat perjanjian tersebut sehingga banyak dari isi perjanjian tersebut yang dapat sangat merugikan kita sewaktu waktu dan malahan harta benda kita yang lainnya bisa tersita semuanya jika emas turun harga setelah akad dilaksanakan karena kita tidak dibolehkan melunasi hutang kita sebelum 6 bulan dari masa akad dan tidak boleh diganggu gugat.

        waktu saya menanda tangani akad, harga mas per gram 470 rb rupiah dan sewaktu harga mas lebih dari 500 rb dan saya bermaksud melunasi KLM saya tetapi tidak disetujui oleh pihak BRI Syariah dan termasuk Kepala dan Pimpinan Cabang dari Bank tersebut sehingga mengakibatkan saya mengalami kerugian dalam hal tersebut.

        saya telah menanyakan dan mendesak Manager serta Pimpinan Cabang utk dapat saya melunasi KLM saya walaupun saya harus membayar bunga itu selama 6 bulan tapi sampai sekarang tidak disetujui mereka.

        Ini pertama kalinya dalam sejarah Bank yang menyatakan kalau kita sebagai Nasabah tidak boleh melunasi hutang sebelum 6 bulan.
        dalam perjanjian tersebut hanya menguntungkan pihak Bank sepihak saja karena kita harus membayar bunga dan cicilan dimana kalau kita rugi maka semua harta kita bisa disita mereka sesuai dengan nilai pinjaman kita.

        Pada awalnya saya sangat tertarik sekali dan langsung akad, namun setelah pulang dan baca perjanjian tersebut serta melihat harga pasaran yang naik turun membuat saya tersadar dari tidur saya sehingga saya mencoba utk melunasinya.

        Karena saya sudah mencoba secara baik baik untuk melunasi KLM saya dan ternyata mereka tidak setuju maka langkah selanjutnya yang akan saya tempuh adalah membayar pengacara untuk menuntut mereka sebelum terlambat. karena sepatutnya saya bisa mendapatkan keuntungan malah sekarang saya bisa jadi rugi dan bisa terkuras nantinya.

        Nasehat saya adalah untuk jangan percaya janji muluk mereka tanpa bukti karena saya adalah bukti dari korban kebodohan untuk mempercayai mereka.Pada point no 9 menyatakan dapat ditebus setiap saat nasabah mempunyai rejeki, itu semua adalah bohong dan saya akan menuntut mereka jika tidak dapat diselesaikan dengan secepatnya.

        Menurut saya dan menurut pendapat orang lain lain juga, jika anda ingin beli emas ada baiknya anda meninjau Bank Mandiri Syariah karena mereka dapat dipercaya dengan apa yang mereka ucapkan.

        Dan kepada Bapak Endy, saya mohon untuk membantu saya agar dapat membahas masalah saya ini bersama Kepala Tertinggi Pimpinan BRI Syariah sebelum tanggal 1 Oktober 2011.
        Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih. email saya adalah ibrahim.yanti@yahoo.com. Saya berharap agar saya mendapatkan respond yang baik dan agar saya dapat melunasi KLM saya tanpa menggunakan jalur prosedur hukum.

        Terima kasih kepada Bapak Endy dan kepada semua pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca respond dari saya ini.

        • Terimakasih. Saya akan teruskan keluhan ini ke customer care BRIS. Semoga segera ada jalan keluarnya. Salam.

          • Mana ni kelanjutan informasi diatas..?
            Sudah sepekan belum ada kelanjutannya.

            Teman saya perbah bilang, bahwa di form perjanjian akad, jika kita mengajukan KLM dan sudah lunas, ternyata BRIS tidak bisa menyediakan barang (emas) seberat perjanjian awal, maka BRIS berhak memberikan uang sebesar nilai barang (emas) pada saat awal dibuatnya akad.
            Bener apa tidak ? Kalau bener itu berarti memberatkan nasabah.
            Mohon responnya. Terimakasih

          • Saya rasa wewenang menjawab secara komprehensif ada di pihak BRIS. Bisa call lokasi kantor mereka terdekat lalu berbicara dengan bagian pelayanan.

  6. bagaimana kalau harga emas turun? apa yang dilakukan?

    • dalam berapa lama? naik dg cicilan tetap maupun turun dg cicilan tetap adl bagian dari resiko bersama. growth emas dalam 40 th yg terus naik itulah yg jadi acuan

  7. arya elang bumi says:

    Sepengetahuan bapak, BRIS menyediakan emas itu sendiri, atau kita harus mencari penjual emasnya dulu baru mengajukan program KLM ini, atau pihak BRIS sudah memiliki rekanan sendiri dan emasnya sudah siap di kantor cabang masing-masing.

  8. SAYA MAU TANYA WEBSITE BRI SYARIA KOK ENGAK ADA

    • dalam waktu dekat, menurut informasi, website barunya akan muncul. saya sarankan utk follow akun twitter nya @BRISyariah atau ke kantor cabang terdekat.

      • Waalaikumussalam Myzwar,Saya diberitahu ESQ daadikan setiap akhir bulan di Penang. Saya tak berani nak komen best atau tidak kerana terpulang kepada individu yang menghadirinya. Namun saya terpikat dengan kemesraan dan kasih sayang yang dipamerkan dengan ikhlas sepenajang tempoh saya di sana. Alhamdulillah, tak kelihatan sikap mementingkan diri dan menilai orang lain sepertimana yang sering berlaku di masyarakat. Saya pemerhati kerana membawa & menemani seorang wanita bukan Islam ke program itu.

  9. Siang pak Endy, tadi saya sudah lihat ilustrasi cicilannya, dan saya sangat tertarik, tetapi cuma ada cicilan minimal 1 th ya pak, bukan 6 bulan, dan kalau setelah 6 bulan ingin dilunasi, kita kena penalty, 1 kali angsuran katanya.

    Tapi lumayanlah program ini, buat karyawan kayak saya yg dapat gajinya bulanan, jd tiap bulan bisa disisihkan buat beli LM

  10. slmt siang pak ,kalo minimal cicil berpa bulan,trus kalo sudah lunas emasnya ambil di BRIS?

  11. Malem mau tanya untuk emasnya kalo ikut KLM bisa dibawa plg ngak yah?

  12. wah program ini nampak menarik sekali? ada downside nya ga pak endy?

  13. Untuk biaya 1,25%/bulan itu flat ya…???? berarti dalam setahun lumayan besar sekitar 18%/tahun atau setara sekitar 32% eff.p.a.
    Jadi kalo dihitung2 apakah tidak merugi…???? karena apabila kita ambil pembiayaan konsumtif dengan rata2 bunga sekarang sebesar 13% eff p.a. atau setara 8% flat/tahun terus kita belikan emas tentunya akan lebih murah lagi karena perbulan hanya kena sekitar 0,67%/bulan… Jadi kita bisa lebih ringan 0.58%/bulan atau hemat sekitar 7%/tahun…
    Mohon pendapatnya……

  14. Maaf, ikutan nimbrung nih.
    kalo dibanding dengan pembiayaan konsumtif program klm lebih tinggi 7% pertahun, tapi emas kita terjamin keamanannya, kecuali kalo kita sewa safe deposit box sendiri biayanya juga nggak murah lho.

  15. pak endy masih mencari jawabannya. kita tunggu ya.

  16. skrg tanggal 18 oktober 2011,
    gimana kabar penyelesaian kredit nya, bu yanti ibrahim?

    ada yang bis di share disini lagi?

  17. Hendrik Kusbiyanto says:

    Sebaiknnya investasi di emas hanya untuk investasi jangka panjang seperti investasi tanah dan yang sudah kelebihan uang. Untuk jangka pendek sepertinya kurang bermanfaat karena harganya tidak selalu naik dalam jangka panjang mungkin karena dipengaruhi penawaran dan permintaan .
    Menurut saya investasi yang benar walaupun tidak besar untungnya tetapi bermanfaat untuk orang lain seperti investasi di sektor usaha dan membuka lapangan kerja atau menabung di bank sehingga bisa digunakan masyarakat untuk kredit dan akan meningkatkan perputaran ekonomi.
    Kalau semua orang investasi di emas uang tidak akan berputar dan bukannya kalau orang menumpuk harta tidak baik menurut agama

    • Setuju. Sebaik2 investasi adalah sektor riil/ bisnis. Tapi ‘menuduh’ simpan asset dalam emas adalah penghambat sektor riil adalah juga kurang pas. Ada artikel satu lagi di blog ini yg mengulas tentang itu. Search by keyword “Ayam jangan mati di lumbung padi” – ada ulasan lengkapnya. Wallahua’lam.

  18. Utk ujroh, berbeda. Transaksi berbasis gadai juga telah difatwakan halal oleh MUI.

Trackbacks/Pingbacks

  1. New Product Review : Kepemilikan Logam Mulia (KLM) BRISyariah | Endy J Kurniawan « Yneff's Blog - [...] http://endyjkurniawan.com/2011/06/16/new-product-review-kepemilikan-logam-mulia-klm-brisyariah/ [...]
  2. Nabung emas yuk – KutuLoncat.com - [...] BRI Syariah. Kalo mau tau lebih banyak tentang Kredit Kepemilikan Emas LM ini, bisa dibaca di artikel nya Pak ...

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word