Mar 26, 2011

Posted by Endy in Financial Planning, Investasi | 19 Comments

pilih arisan,investasi dengan cara paling fun (1)

(bagian 1)

Arisan uang, panci, perhiasan, mungkin dimonopoli perempuan. Sekarang, ketika orang mulai memperbaiki niat bahwa arisan sejatinya adalah menabung dan berinvestasi, bapak-bapak pun keranjingan. Tapi tidak ada satupun jenis investasi selain emas, yang tetap menarik dan menguntungkan ketika dijadikan objek arisan. Arisan rumah, kegedean. Arisan tanah, susah. Arisan saham, deposito, sukuk, reksadana, kedengeran aneh, apalagi prakteknya.

Sementara arisan emas bisa dimulai dari satuan paling kecil yakni 1 gram. Bisa setor uang ataupun emas itu sendiri. Jumlah peserta dan nilai emas yang hendak dijadikan sebagai reward bagi yang beruntung pun bisa disepakati jumlahnya.

Selain itu, beberapa kelebihan arisan emas adalah :

1.    Adil. Nilai emas ‘tetap’ daya belinya terhadap komoditas lain, atau berarti naik jika divaluasi dengan rupiah. Jika kita ikut arisan uang dengan periode 1 tahun, misalnya dengan Rp 1 juta sebagai reward bagi yang beruntung, turun terus nilainya. Siapa saja yang dapatkan giliran mendapat di akhir rugi dibanding yang awal karena daya belinya terus turun. Katakanlah Rp 1 juta di Januari 2011 mampu membeli kebutuhan dapur lebih banyak dibanding Rp 1 juta di Januari 2012, mengapa? Karena harga-harga terus naik atau terinflasi.

Konsekuensinya, dengan objek arisan berupa emas, seluruh peserta arisan sepakat bahwa satuan rewardnya berupa gram emas tertentu, misalnya 10 gram, sehingga setoran terus menyesuaikan. Siapa yang mendapatkan arisan di awal 10 gram, nilainya sesungguhnya tetap dibanding siapapun yang mendapatkannya di akhir periode.

2. Langsung bernilai investasi

Arisan berupa uang cenderung lebih mudah dibelanjakan, apalagi jika diadakan di mal dan pusat perbelanjaan, dimana godaan belanja siap mengahadang jalur pulang si pemenang arisan. Dalam bentuk fisik emas, kita cenderung menyimpannya baik-baik.

3. Ajang silaturrahim dan investasi yang seru serta menyenangkan

Arisan bisa diatur biaya setorannya sesuai kesanggupan peserta. Dalam bungkus suasana yang bergembira, setoran arisan mungkin tak terlalu terasa menyiksa. Ketika saat berkumpul tiba, silaturrahim dibangun dan diperkuat. Asal tanpa gossip dan pembicaraan yang sia-sia, perjumpaan saat arisan bisa jadi sarana memperkuat ukhuwah, saling menasihati serta mendorong dalam kebaikan.

Satu tantangan dalam pelaksanaan arisan emas adalah tentang disiplin setoran. Seringkali, niat awal yang menggebu kandas di tengah jalan karena tak ada yang bersedia untuk luangkan waktu lebih mengelolanya, atau karena anggota arisannya tak aktif lagi entah kemana.

Oleh sebab itu, sebagai modal awal, peserta arisan disarankan berasal dari satu kelompok/ komunitas yang telah :

-       Saling kenal sebelumnya
-       Terikat satu sama lain, mungkin disatukan minat (misal: investasi syariah), kegiatan (misalnya pengajian), lokasi (misalnya perumahan atau kantor), pekerjaan (misalnya : sesama akuntan atau guru di suatu yayasan pendidikan), organisasi (misal : asosiasi, ormas) maupun almamater tertentu
-       Sepakat untuk saling bertemu secara periodik untuk pengocokan
-       Sepakat untuk saling membantu penguatan finansial satu sama lain dengan jalan arisan

Selain mengenai kesepakatan di atas, jalur komunikasi dan adanya pengurus arisan juga penting untuk membuat arisan berjalan baik dan lancar. Bagaimana pengaturan kepesertaaan arisan, bagaimana mekanisme transaksi, apa saja objek arisan untuk investasi ini, berapa jumlah setoran, dan lainnya, kita akan bahas secara rinci pada tulisan berikutnya.

Wallahua’lam

  1. ida wahyuni says:

    perlu dicoba.. trims notenya

  2. ida wahyuni says:

    perlu dicoba. trims idenya…

  3. sony_pwt says:

    usul p endy, gmna klo arisannya jangan di”kocok”? (mendekati undian) takut nti ada unsur ghoror atau untung2an. pake aja kesepakatan atau ada solusi lain? trus gmna kemungkinan dengan arisan dinar?

    • setahu saya ghoror ada di aspek bagaimana kita mendapatkan ‘hadiah’-nya. undian itu halal jika hadiah didapatkan dari sponsor dari pihak ke-3 atau didapatkan dari sumber lain, bukan didapatkan dari peserta undian yang menyebabkan ketika satu orang mendapatkan, yang lain tidak dapat apa-apa.
      kalau undian atau arisan dinyatakan haram, maka sdh sejak dulu dilarang.
      pun, perhatikan di tulisan, saya tidak menyebut yang mendapatkan arisan sebagai ‘pemenang’ karena tdk ada kalah menang. saya juga menyebut reward arisan bukan sbg ‘hadiah’. semua pihak tidak sedang mengundi nasib disini.
      saya juga telah berkonsultasi dengan banyak pihak menanyakan hal ini dan semua okay. yang haram kalau ‘money-game’, objeknya haram (misal minuman keras) atau diisi aktivitas yg tak halal.
      untuk arisan dinar sebetulnya sama saja mekanismenya. baca artikel berikutnya sebentar lagi utk tahu teknisnya.
      wallahua’lam.

  4. sony_pwt says:

    ok deh klo bgitu, cuma utk antisipasi klo ada yg “mempertanyakan”

  5. Ide brilian Mas
    Siap dicoba

  6. masih terkendala … di NTB belum ada pusat penjualan koin dinar dan dirham.

  7. hayatun nufusiah says:

    Alhamdulillah bulan sept ini sdh mulai arisan dinar.dimulai dengan 1 dinar.kumpulin 10 orang yg benar2 kita kenal,setoran perbln 250 rb. Total 2,5 jt.harga 1 dinar saat ini kisaran 2,3 jt an. Lebih nya di simpan untuk antisipasi kenaikan harga di bulan2 berikutnya.Tentukan satu orang bandar untuk mencatat,mengumpulkan uang arisan dan belanja dinar.tetapkan tgl kocokan..jadi deh dalam kurun waktu 10 bulan kita dah nabung 1 dinar..moga bermanfaat..

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word